Minggu, 06 Mei 2012

Fisiologi Hewan ; Darah


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh  jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasilmetabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Darah adalah suatu jaringan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah yang warnannya merah. Warna merah itu keadaannya tidak tetap tergantung pada banyaknya kadar oksigen dan karbondioksida didalamnya. Darah yang banyak mengandung karbon diogsida warnanya merah tua. Adanya oksigen dalam darah di ambil dengan cara bernapas, dan zat tersebut sangat berguna pada peristiwa pembakaran/ metabolisme di dalam tubuh. Vikositas/ kekentalan darah lebih kental dari pada air yang mempunyai BJ 1,041-1,065, temperatur 380C, dan PH 7,37-7,45.
Darah selamanya beredar di dalam tubuh oleh karena adanya kerja atau pompa jantung. Selama darah beredar dalam pembuluh maka darah akan tetap encer, tetapi kalau ia keluar dari pembuluhnya maka ia akan menjadi beku. Pembekuan ini dapat dicegah dengan jalan mencampurkan ke dalam darah tersebut sedikit obat anti- pembekuan/ sitrus natrikus. Dan keadaan ini akan sangat berguna apabila darah tersebut diperlukan untuk transfusi darah.
Pada tubuh yang sehat atau orang dewasa terdapat darah sebanyak kira-kira 1/13 dari berat badan atau kira-kira 4-5 liter. Keadaan jumlah tersebut pada tiap-tiap orang tidak sama, bergantung pada umur, pekerjaan, keadaan jantung, atau pembuluh darah.
Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.
Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadiumkromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye).
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusunsistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah  vena cava superior dan vena cava inferior.
Fungsi darah dalam system sirkulasi, darah berfungsi sebagai berikut :
1. Mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru.
2.  Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluuruh jaringan tubuh.
3.  Mengangkut sari-sari makanan dari usus ke jaringan tubuh.
4.  Mengangkut hasil ekskresi dari jaringan tubuh ke ginjal.
5.  Mengatur dan mengontrol temperature tubuh
6.  Mengatur distribusi hormon.
7.  Menutup luka.
8. Mencegah infeksi

Cairan Tubuh Selain Darah
Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri, tubuh mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”.
Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). Pada orang normal dengan berat 70 kg, Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. persentase ini dapat berubah, bergantung pada umur, jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall, 1997)
1.      Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari berat badan total
Cairan Intraselular (CIS) dalah cairan yang terkandung di dalam sel. Pada orang dewasa kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular, sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Sebaliknya, hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular.
2.      Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari berat badan total
Cairan Ekstraselular (CES) adalah cairan diluar sel. Ukuran relatif dari (CES)menurun dengan peningkatan usia. Pada bayi baru lahir, kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam (CES). Setelah 1 tahun, volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). Lebih jauh (CES) dibagi menjadi :
(a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel, sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. Relatif terhadap ukuran tubuh, volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa.
(b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB), 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM, atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting; sel darah putih (SDP, atau leukosit); dan trombosit. Tapi nilai tersebut diatas dapat bervariasi pada orang yang berbeda-beda, bergantung pada jenis kelamin, berat badan dan faktor-faktor lain. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup :
-  Pengiriman nutrien (mis ; glokusa dan oksigen) ke jaringan
- Transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru
- Pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi
- Transpor hormon ke tempat aksinya
-  Sirkulasi panas tubuh
3. Cairan Transelular (CTS) adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal, perikardial, pleural, sinovial, dan cairan intraokular serta sekresi lambung. Pada waktu tertentu (CTS) mendekati jumlah 1 L. Namun, sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. Sebagai contoh, saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari.
Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut :
Fungsi dari cairan tubuh ialah :
1. Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel
2. Mengeluarkan buangan-buangan sel
3. Mmbentu dalam metabolisme sel
4. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit
5. Membantu memelihara suhu tubuh
6. Membantu pencernaan
7. Mempemudah eliminasi
8. Mengangkut zat-zat seperti (hormon, enzim, SDP, SDM)

Proses Pembentukan Darah
Hematopoiesis merupakan proses pembentukan komponen sel darah, dimana terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara serentak.
Proliferasi sel menyebabkan peningkatan atau pelipatgandaan jumlah sel, dari satu sel hematopoietik pluripotent menghasilkan sejumlah sel darah. Maturasi merupakan proses pematangan sel darah, sedangkan diferensiasi menyebabkan beberapa sel darah yang terbentuk memiliki sifat khusus yang berbeda-beda.
Proses yang terjadi bisa lebih jelas dilihat melalui gambar di bawah ini :


Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode :
1. Mesoblastik
Dari embrio umur 2 – 10 minggu. Terjadi di dalam yolk sac. Yang dihasilkan adalah HbG1, HbG2, dan Hb Portland.
2. Hepatik
Dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati Sedangkan pada limpa terjadi pada umur 12 minggu dengan produksi yang lebih sedikit dari hati. Disini menghasilkan Hb.
3. Mieloid
Dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang, kelenjar limfonodi, dan timus. Di sumsum tulang, hematopoiesis berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA, granulosit, dan trombosit. Pada kelenjar limfonodi terutama sel-sel limfosit, sedangkan pada timus yaitu limfosit, terutama limfosit T.
Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah di antaranya adalah asam amino, vitamin, mineral, hormone, ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor perangsang hematopoietik.

A. Plasma darah/ cairan darah
     Plasma darah berguna dalam pengaturan tekanan osmosis darah sehingga dengan sendirinya jumlahnya dalam tubuh akan diatur. misalnya dengan proses ekskresi. Plasma darah juga bertugas membawa sari – sari makanan, sisa metabolisme, hasil sekresi, dan beberapa gas.
     Pada manusia,
Plasma darah manusia tersusun atas 90% air dan 10% zat-zat terlarut .Zat-zat terlarut tersebut, yaitu:
1) Protein plasma, terdiri atas albumin, globulin, dan fibrinogen.
Albumin berfungsi untuk menjaga volume dan tekanan darah. Globulin berfungsi untuk melawan bibit penyakit (sehingga sering disebut immunoglobulin). Ketiga protein tersebut dihasilkan oleh hati dengan konsentrasi 8%.
2) Garam (mineral) plasma dan gas terdiri atas O2 dan CO2
Konsentrasi garam kurang dari 1%. Garam ini diserap dari usus dan berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik dan pH darah. Adapun gas diserap dari jaringan paru-paru. O2 berfungsi untuk pernapasan sel dan CO2 merupakan sisa metabolisme.
3) Zat-zat makanan terdiri atas lemak, glukosa, dan asam amino sebagai makanan sel. Zat makanan ini diserap dari usus.
4) Sampah nitrogen hasil metabolisme terdiri atas urea dan asam urat. Sampah-sampah ini diekskresikan oleh ginjal.
5) Zat-zat lain seperti hormon, vitamin, dan enzim yang berfungsi untuk membantu metabolisme.Zat-zat ini dihasilkan oleh berbagai macam sel. Molekul_molekul ini cukup besar sehingga tidak dapat menembus dinding kapiler. plasma darah tanpa fibrinogen disebut serum, dalam serum terdapat antibodi.

Protein Plasma
            Protein plasma terdiri atas 3 macam yaitu:
a.       Fibrinogen
Fibrinogen adalah glikoprotein dengan berat molekul mencapai 340.000 dalton. Fibrinogen disintesis di hati (1,7-5 g/hari) dan oleh megakariosit. Di dalam plasma kadarnya sekitar 200-400 mg/dl. Waktu paruh fibrinogen sekitar 3-5 hari.
Fibrinogen tersusun atas 6 rantai, yaitu : 2 rantai Aα, 2 rantai Bβ dan 2 rantai γ. Trombin (FIIa) memecah molekul fibrinogen menjadi 2 fibrinopeptide A (FPA) dari rantai Aα dan 2 fibrinopeptide B (FPB) dari rantai Bβ. Fibrin monomer yang dihasilkan dari reaksi ini kemudian berlekatan membentuk fibrin, yang selanjutnya distabilkan oleh factor XIIIa. Tahap pertama stabilisasi terdiri atas ikatan dua rantai γ dari dua fibrin monomer. Ikatan ini adalah asal dari D-Dimer, produk degradasi fibrin spesifik. Fibrinogen dapat didegradasi oleh plasmin.
Fibrinogen (faktor pembekuan I) disintesis di hati dan memainkan peran penting dalam proses hemostatik.. Fibrinogen mempromosikan agregasi platelet dengan merangsang penggumpalan platelet. fibrinogen larut juga diubah menjadi fibrin tidak larut, yang adalah cross-linked untuk membentuk jaringan mesh-suka. 
Perangkap fibrin mesh sel darah merah dan trombosit dan akhirnya membentuk bekuan darah stabil.  Jaring fibrin bertanggung jawab untuk: 
• Memberikan kekuatan tarik 
• Memastikan stabilitas steker platelet awalnya longgar 
• Mekanis menghambat kehilangan darah pada situs dari cedera pembuluh darah 
• Memberikan struktur pada dinding pembuluh 
b.      Albumin
Albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Protein yang larut dalam air dan mengendap pada pemanasan itu merupakan salah satu konstituen utama tubuh. Ia dibuat oleh hati. Karena itu albumin juga dipakai sebagai tes pembantu dalam penilaian fungsi ginjal dan saluran cerna.
Albumin memiliki sejumlah fungsi. Pertama, mengangkut molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolisme—asam lemak bebas dan bilirubuin—dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lainnya agar dapat dimetabolisme atau diekskresi. Fungsi kedua yakni memberi tekanan osmotik di dalam kapiler.
Albumen bermanfaat dalam pembentukan jaringan sel baru. Karena itu di dalam ilmu kedokteran, albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya karena operasi, pembedahan, atau luka bakar. Faedah lainnya albumin bisa menghindari timbulnya sembab paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah
c.       Globulin
Globulin merupakan salah satu golongan protein yang tidak larut dalam air, mudah terkoagulasi oleh panas, mudah larut dalam larutan garam dan membentuk endapan dengan konsentrasi garam yang tinggi. Glubolin disusun oleh dua komponen yaitu legumin dan vicilin. Suhardi (1989) menambahkan bahwa dengan ultrasentrifugasi ditemukan protein utama golongan 2S, 7S, 11S dan 15S. Fraksi terbesar adalah globulin 7S yang merupakan glikoprotein. Protein globulin dapat mencapai 70% dari total protein. Fraksi 11S sampai sekarang baru dikenal sebagai protein tunggal sedangkan frakti 15S belum dapat diidentifikasikan senyawa penyusunnya.
Globulin membentuk sekitar 30% protein plasma. Globulin terbagi atas beberapa jenis yaitu:
a) alfa dan beta globulin disentisas dihati. Dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. Beberapa hormon, berbagai substrat, dan zat penting tubuh lainya.
b) Gamma globulin (imunoglobin) adalah antibodi. Ada lima jenis imunoglobin yang diproduksi jaringan limfoid dan berfungsi dalam imunitas.
Globulin adalah protein yang termasuk gamma globulin (antibodi) dan berbagai enzim dan / carrier protein transpor. Profil spesifik dari globulin ditentukan oleh elektroforesis protein (SPEP), yang memisahkan protein berdasarkan ukuran dan biaya. Ada empat kelompok utama yang dapat diidentifikasi: gamma globulin, globulin beta, alfa-2 globulin, dan 1 alfa-globulin. Setelah kelompok normal telah diidentifikasi, penelitian lebih lanjut dapat menentukan kelebihan protein tertentu atau defisit. Karena fraksi gamma biasanya membentuk bagian terbesar dari globulin, kekurangan antibodi harus selalu muncul di pikiran ketika tingkat globulin rendah. Antibodi diproduksi oleh limfosit B matang yang disebut sel plasma, sedangkan sebagian besar protein lain dalam alfa dan beta fraksi dibuat dalam hati. 
Optimal Range (Alpha Globulin): 0.2-0.3 g/L Optimal Range (Beta Globulin): 0.7-1.0 g/L 

B. Sel-sel darah/ benda darah
            Sel-sel darah adalah sel-sel vang hidup. Bagian utama sel-sel darah adalah sel darah merah. Sel darah putih berperan pentrng dalam sistem pertahanan tubuh. Selain itu darah juga mengandung keping darah atau trombosit yang berguna dalam proses pembemkuan darah untuk penyembuhan luka. Jumlah sel-sel darah adalah 45% dari darah.
1)       Sel Darah Merah / Eritrosit
Merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen. Kadar 1 Hb inilah yang dijadikan patokan dalain menentukan penyakit Anemia.
Sel darah merah berwarna merah ke kuningan. Warna merah itu berasal dari hemoglobin. Sel darah merah dapat mengikat oksigen karena adanya hemoglobin. Selain itu, sel darah merah dapat mengkatalisis reaksi antara CO dan air karena sel darah mengandung anhidrase karbonat dalam jumlah besar.
Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa 4. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).
            Reaksi ini memungkinkan darah bereaksi dengan sejumlah besar CO, dan mengangkutnya dari jaringan ke paru - paru.
Kadar hemoglobind alam darah bervariasi tergantung jenis kelamin dan umur. (oleh karenanya sulit untuk menentukan nilai
standarnya. Pada kondisi yang normal 100 ml darah lelaki dewasa kadar Hbnya 15 - 16 gr.
Penentuan kadar hemoglobin dapat dilakukan dengan mengukur banyaknya ml oksigen yang diikat oleh Hb (1,34 ml O2 dapat diikat oleh 1 gr Hb), atau secara kolorimetrik dengan membandingkan antara intensitaswarna Hb dengan warna standar. Konsentrasi sel darah merah pada laki - laki normal adalah 5.400.000 permililiter kubik, dan pada wanita normal 5.000.000 permililiter kubik.
Faktor yang menentukan variasi jumlah sel darah merah adalah jenis kelamin, usia, dan juga ketinggian tempat tinggal orang tersebut. Jumlah sel darah merah dapat berkurang , misalnya karena luka yang mengeluarkan banyak darah atau karena anemia.
Oksigen yang diperlukan oleh jaringan tubuh dibawa oleh darah dengan ikatan yang mudah lepas dalam bentuk oksigen hemoglobin (oksihemoglobin). Dalam waktu satu menit , 5 liter darah yang dipompakan oleh jantung dapat melepaskan lebih kurang 250 ml oksigen yang terikat oleh hemoglobin dalam sel darahmerah. 

Pembentukan Sel Darah Merah   
Pada beberapa minggu pertama kehidupan embrio di dalam kandungan, sel-sel darah merah dihasilkan dalam kantong kuning telur. Beberapa bulan kemudian, pembentukan terjadi di hati, limpa, dan kelenjar limfa. Sesudah bayi lahir, sel darah merah dibentuk oleh sum - sum tulang. Akan tetapi, kira-kira di usia 20 tahun, sumsum bagian proksimal tulang panjang sudah tidak menghasilkan sel darah merah lagi. Sebagian besar sel darah merah dihasilkan dalam sumsum tulang membranosa (seperti: vertebral, sternum, iga, dan pelvis).
Dengan meningkatnya usia, sumsum tulang menjadi kurang produktif. SeI yang dapat membentuk sel darah merah adalah hemositoblas atau sel induk mieloid yang mampu berkernbang menjadi berbagai jenis sel (pluripoten). Sel ini terdapat di sumsum tulang dan akan membentuk berbagai jenis sel darah putitr, eritrosit, dan megakariosit (pembentuk keping darah). Eritrosit yang terbentuk akan keluar dan menembus membran memasuki kapiler darah (diapetlesis). Selain membentuk eritrosit, hemositoblas juga membentuk sel plasma, limfosit b, limfosit c, monosit, dan fagosit-fagosit lain.
Dalam keadaan normal, sel darah merah beredar rata-rata selama 120 hari. Saat sel menua, membran sel rapuh dan pecah. Sel darah merah tua dimusnahkan di limpa (lien). Hemoglobin dicerna oleh sel-sel retikuloendotel dan zat besi dilepas kembali ke dalam darah untuk diangkut kembali ke sumsum tulang dan hati. Hemoglobin diubah menjadi pigmen empedu (bilirubin) dan di sekresi oleh hati ke dalam empedu.

2)      Sel Darah Putih
Terdapat enam jenis sel darah putih dalam darah, vaitu: neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, limfosit, dan sel plasma. Neutrofil, eosinofil, dan basofil memiliki granula-granula sehingga sering disebut granulosit.
Sebagian sel-sel darah putih dibentuk dalam sumsum tulang (granulosit, monosit, dan limfosit) dan sebagian lagi di dalam jaringan limfa (limfosit dan sel-sel plasma). Orang dewasa memiliki kira-kira 7.000 sel darah putih per milliliter kubik darah, terdiri dari 62% neutrofll; 2,3% eosinofil; 0,4% basofil, 5,3%monosit, dan 30% limfosit.  Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk sel darah putih adalah vitamin dan asam amino. Sesudah dibentuk, sel-sel tersebut ditransport ke berbagai bagian tubuh.
Secara umum manfaat sel darah putih adalah untuk membantu pertahanan tubuh terhadap infreksi karena selain mampu bergerak ameboid sel darah putih juga bersifat fagositosis (memangsa). Sel darah putih yang berfungsi melawan penyakit disebut anti bodi. Contoh anti bodi adalah , limfosit yang mampu menyerang dan menghancurkan organism yang spesifik (bakteri , virus) dan toksin. Ada dua jenis limfosit, yaitu T limfosit dan B limfosit, perbedaannya adalah terletak pada tempat pematangannya.
Selain sel darah putih , sekelompok sel yang tersebar luas diseluruh jaringan dan membatasi beberapa pembuluh darah dan limfa juga membantu melindungi tubuh terhadap benda asing yang masuk, sistem ini disebut sistem retikulumendotelial.
Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 - 9000 sel/cc darah. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh.
Berdasarkan ada/tidaknya granula di dalam plasma, leukosit dibagi menjadi:
1. Leukosit bergranula (granulosit)
a. Neutrofil
Plasmanya bersifat netral, inti selnya berjumlah banyak dengan bentuk bermacam-macam. Neutrofil fagositosis terhadap eritrosit (sel darah merah), kuman, dan jaringan mati.
b. Eosinofil
Plasmanya bersifat asam. Itulah sebabnya eosinofil akan merah tua bila ditetesi eosin. Eosinofil juga bersifat fagosit dan jumlahnya akan meningkat jika tubuh terkena infeksi.
c. Basofil
Plasmanya bersifat basa. Itulah sebabnya plasma akan berwarna biru jika ditetesi larutan basa. Sel darah putih ini akan berjumlah banyak jika terkena infeksi. Basofil juga bersifat fagosit. Selain itu, basofil mengandung zat kimia anti penggumpalan, yaitu heparin.
2. Leukosit tidak bergranula (agranulosit)
a. Limfosit
Limfosit tidak dapat bergerak dan berinti satu. Ukurannya ada yang besar dan ada yang kecil. Limfosit berfungsi untuk membentuk antibodi. 
b. Monosit
Monosit dapat bergerak seperti Amoeba dan mempunyai inti yang bulat/bulat panjang. Monosit diproduksi pada jaringan limfa dan bersifat fagosit.
Adakalanya benda asing ataupun mikroba yang tidak dikehendaki memasuki tubuh kita. Jika hal tersebut terjadi tubuh akan menganggap benda yang masuk itu sebagai benda asing atau antigen.
Antigen yang masuk ke dalam tubuh akan dianggap sebagai benda asing. Akibatnya tubuh melalui sel-sel darah putih (leukosit) memproduksi antibodi untuk menghancurkan antigen tersebut. Glikoprotein yang terdapat di dalam hati kita dapat merupakan antigen bagi orang lain jika glikoprotein tersebut disuntikkan kepada orang lain. Hal ini membuktikan bahwa suatu bahan dapat dianggap sebagai antigen untuk orang lain tetapi belum tentu sebagai antigen untuk kita. Hal tersebut juga berlaku untuk keadaan sebaliknya.
Leukosit yang berperan penting terhadap kekebalan tubuh ada 2 macam, yaitu fagosit dan limfosit.
1.                  Sel fagosit akan menghancurkan benda asing yang dengan cara menelannya (fagositosis). Fagosit terdiri atas 2 macam sel, yaitu:
a. Neutrofil, terdapat di dalam darah.
b. Makrofag, dapat meninggalkan peredaran darah untuk masuk ke dalam jaringan atau rongga tubuh.
2. Limfosit terdiri atas:
a. T limfosit (T Sel),  yang bergerak ke kelenjar timus (kelenjar limfa di dasar leher).
b. B limfosit (B sel)
Keduanya dihasilkan oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, menghasilkan antibodi yang disesuaikan dengan antigen yang masuk ke dalam tubuh. Seringkali virus memasuki tubuh tidak melalui pembuluh darah tetapi melalui kulit dan selaput lendir agar terhindar dari leukosit. Namun sel-sel tubuh tersebut tidak berdiam diri. Sel-sel tubuh tersebut akan menghasilkan interferon suatu protein yang dapat memproduksi zat penghalang terbentuknya virus baru (replikasi).  Adanya kemampuan ini dapat mencegah terjadinya serangan virus.
Fungsi umum leukosit adalah melawan peradangan dan infeksi. Beberapa leukosit secara aktif melakukan fagositosis, mencerna bakteri dan sisa bahan mati. Semua leukosit motil dengan gerak amuboid, beberapa jenis melebihi yang lain. Sebagian besar leukosit memiliki kemampuan berpindah melalui pori kecil diantara sel-sel yang membentuk dinding kapiler. Gerakan ini disebut diapedes, berawal ketika suatu bagian sel mengalir dalam bentuk tonjolan serupa lengan yang kemudian melalui sebuah pori kecil. Sisa sitoplasma mengalir secara perlahan melalui pori kecil tadi ke sisi lain dinding kapiler. Dengan cara ini, seluruh sel bergerak melalui pori dari satu sisi ke sisi lain dinding kapiler.
Leukosit dipandu ke tempat infeksi oleh suatu proses yang disebut kemotaksis. Berbagai zat yang dilepaskan oleh mikroorganisme yang menyerang atau oleh sel jaringan yang terbunuh, memandu leukosit kearah sumber agen kemotaksis. Difusi zat-zat membentuk gradient konsentrasi, yang diikuti leukosit. Kemotaksis dapat mempunyai pengaruh positif atau negative. Bila jaringan tubuh terluka atau terinfeks, peradangan atau respon peradangan merupakan pertahanan tubuh. Kunci respon peradangan adalah pelepasan berbagai zat kimia dari jaringan tubuh terutama stau yang disebut histamin.
Histamin menyebabkan pembuluh darah di daerah yang terluka melebar, dengan demikian aliran darah  di tempat itu bertambah. Akibat aliran darah meningkat, jaringan menjadi lebih merah dan lebih panas. Sebagai akibat cairan jaringan bertambah, jaringan menjadi bengkak, suatu keadaan yang disebut edema. Cairan jaringan yang penuh dengan protein dan plasma, mulai menggumpal dan mencegah aliran normal cairan jaringan. Senagai hasilnya, sebaran bakteri atau racunnya diperlambat dan ditahan pada daerah yang luka.
Cepatnya respon peradangan sebanding dengan meluasnya kerusakan jaringan. Karena itu, infeksi stafilokokus yang menghasilkan kerusakan besar jaringan, biasanya ditahan oleh respon peradangan dengan cepat. Infeksi streptokokus yang kurang merusak, mendatangkan respon peradangan sangat lamban. Sebagai akibat, penghalangan mungkin kurang berhasil, dan infeksi bakteri dapat berlanjut menyebar ke seluruh tubuh. Dengan pengrusakan jaringan dan pelepasan substansi kimia, daya tarik leukosit ke tempat luka bertambah.
Dengan proses diapedesis neutrofil bergerak dari kapiler, dan dengan proses kemotaksis neutrofil dipandu ke tempat luka.Karena leukosit menelan bakteri, bebarapa nanah atau pembentukan nanah bias terjadi. Sebenarnya nanah terdiri dari bakteri mati dan hidup, leukosit, buangan sel, dan cairan tubuh. Bila leukosit merusak bakteri invader dengan baik, daerah yang dipengaruhi kembali normal,dan proses perbaikan berjalan. Bila leukosit tak berhasil,kemudian nanah bertambah, dan  infeksi belanjut untuk menyebar.

3) Keping – keping Darah Pembeku (Trombosit)
Jumlah trombosit adalah 300.000 tiap millimeter kubik darah. Fungsi utamanya adalah sebagai sistem pertahanan, yaitu untuk mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Trombosit adalah bagian dan beberapa sel-sel besar dalam sumsum tulang yang berbentuk cakram bulat, oval, bikonveks, tidak berinti, dan hidup sekitar 10 hari Junmlah trombosit antara 150 dan 400 x 109/liter (150.000-400.000/mitiliter), sekitar 30-10% terkonsentrasi di dalain limpa dan sisanya bersirkulasi dalam darah.
Trombosit berperan penting dalam pembentukan bekuan darah. Trombosit dalam keadaan normal bersirkulasi ke seluruh tubuh melewati aliran darah. Namun, dalam beberapa detik setelah kerusakan suatu pembuluh, trombosit tertarik ke daerah tersebut sebagai respons terhadap kolagen yang terpajang di lapisan subendotel pembuluh. Trombosit melekat ke permukaan yang rusak dan mengeluarkan beberapa zat (serotonin dan histamin) yang menyebabkan terjadinya vasokonstriksi pembuluh.
Fungsi lain dari trombosit yaitu untuk mengubah bentuk dan kualitas setelah berikatan dengan pentbuluh yang cedera. Trombosit akan menjadi lengket dan menggumpal bersama membentuk sumbat trombosit yang secara efektif menambal daerah yang luka.
Penimbunan trombosit yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan atau sumbat menjadi sangat besar, sehingga lepas dari tempat semula dan mengalir ke hilir sebagai suatu embolus dan menyumbat aliran ke hilir.
Guna mencegah pembentukan suatu emboli, maka trombosit-trombosit tersebut mengeluarkan Bahan-bahan yang membatasi luas penggumpalan mereka sendiri. Bahan utama yang dikeluarkan oleh trombosit untuk membatasi pembekuan adalah prostaglandin tromboksan A2 dan prostasiklin 12. Tromboksan A2 merangsang penguraian trombosit dan menyebabkan vasokonstriksi lebih lanjut pada pembuluh darah. Sedangkan prostasiklin 12 merangsang agregasi trombosit dan pelebaran pembuluh, sehingga semakin meningkatkan respons trombosit.

Mekanisme pembekuan darah
            Ketika pembuluh darah terpotong, darah akan keluar, tetapi keluarnya darah akan segera terhenti karena terjadi pembekuan
darah.   Mekanisme pembekuan darah terjadi dalam 3 tingkat, sebagai berikut:
1. Jaringan yang luka atau keeping darah (trombosit) yang rusak akan menghasilkan tromboplastin atau (trombokinase) yang merupakan activator dari protombrin.
2. Adanya trombokinase menyebabkan perubahan protombin menjadi enzim thrombin. Ion kalsium merupakan zat yang dianggap pemacu perubahan tersebut.Protombin adalah suatu protein plasma yang terdapat dalam plasma dengan konsentrasi 15 mg/100ml (dalam kondisi normal) Protombin berupa senyawa globulin dan selalu dibentuk dihati dengan bantuan vitamin K.
3. Trombin bekerja sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin yang berupa benang – benang. Fibrinogen adalah protein yang terdapat dalam plasma dalam jumlah 10 -700 mg/ 100ml. sebagian besar fibrinogen dibentuk dalam hati. Dengan terbentuknya benang – benang fibrin yang bertautan mengakibatkan sel-sel darah merah dan plasma
terjaring untuk membentuk bekuan itu sendiri.
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar